May 26, 2011

Keyword

Astaga, ini minggu-minggu UAS... dan pusing sekali otak saya. Seharusnya, hari ini adalah UAS terakhir. Namun sayang beribu sayang, karena Senin lalu ada hari kejepit jadilah hari Senin besok UAS-nya. Arrggghh... UAS politik pula. Oalah... hapalan. Dan yang menyedihkan adalah ketika saya buka nilai IP untuk semester ini. Ternyata mengecewakan untuk satu mata kuliah itu.

Ya Allah, semoga nilai-nilai nanti akan membantu mengangkat IP saya semester ini. Amiiiiiiiiin :')

May 20, 2011

Saya Malam Ini Galau!

Ah, saya ini emang tukang galau deh ya. Padahal seharusnya nih ya, saya sibuk belajar karena Senin sudah mulai UAS! Hell-o, bagaimana dengan IP semester dua saya? Saya malah galau! Haha. Bodoh, memang. Itulah saya.

Jadi, sebenarnya saya sama sekali gak galau lho dari tadi pagi. Sampai ketika saya iseng log in ke salah satu jejaring sosial yang dulu booming banget, dan sudah gak keliatan lagi sekarang: FRIENDSTER!

Hell yeah. Sebenernya saya mau iseng-iseng aja mau main ini jejaring sosial. Ya mau liat-liat komen yang alay nan norak gitu deh. Tapi... tapi... tapi...

Haha. Bukan. Saya bukan galau karena liat adanya "masa lalu" di Friendster saya. Cuma aja, saya kan baru liat Friendster-nya orang itu. Yap, "orang itu". Dan yang buat galau adalah...

Di shout out Friendster-nya, ada nama saya. Hanya nama saya! Entah. Entah apa maksudnya. Posting-an itu saya liat tanggalnya... dan ternyata bulan Januari. Saya pun langsung nge-print screen buat bukti bahwa memang benar adanya pernah ada posting-an seperti itu.

Januari. Liburan semester awal. Di mana saya gak ada abis-abisnya mikirin orang itu. Dan,  as you know... itu berarti setelah saya dan orang itu abis liburan bareng. Ah, entahlah. Saya lupa tanggal kapan saya liburan bareng dia dan kawan yang lain.

Saya inget banget pas salah satu teman bilang di Twitter, "Lo berdua kok keliatan deket ya sekarang." Ah, kan... Saya jadi beneran galau. Hmppffhh....

Dan, sebelumnya, saya pernah bilang sama orang itu kalo saya mau coba tes SNMPTN lagi. Dia menanggapi biasa aja, tapi ada di salah satu tweet-nya bilang kalo dia rela ada orang yang pergi jauh karena belom dalem. That's make me curious. Apa maksudnya saya? Tapi, saya gak berani nebak-nebak. Cuma berani ngerasain aja.

Ah, tuh kan. Galau. 

Ah, tuh kan. Tugas belum kelar.

Cheers, guys!

May 17, 2011

Kau

Fantasi kotor menyulam, memberi indikasi agar kau terpatri.
Masih terukir, ketika kita berteman dengan peluh dan teriakan kereta.
Hati ini mencoba mengikis, tetapi kau balik gerogoti.

Tanya menjawab, kau.
Jawab bertanya, kau.


Jelaga hitam matamu mengoyak asa, namun menimbulkan asa.
Asa pekat yang selalu menertawakan.
Satu hal pasti, aku ingin peluk hangatmu yang menjalar.

May 16, 2011

Do You Agree If I Called Love is a Torment?

Topiknya langsung ke cinta aja kali ya, hehehe. I thought everyone does love, right? Saya, dia, dan juga kamu. Bohong kalau kamu bilang kamu nggak pernah jatuh cinta. Yaaa... sekedar rasa kagum pada seseorang, interest pada seseorang.

Jujur saja, perasaan saya sedang sama seperti ABG-ABG (oh well, meskipun saya bukan lagi ABG mengingat umur saya yang nyaris kepala dua, wow) yang ada sekarang (or you can call them as "ABG labil"). Bukan berarti saya labil, lho. Tetapi hell-yeah, saya suka sekali galau. Tetapi untuk sekarang ini, saya lebih tidak suka menunjukkan kepada siapa pun kegalauan saya, tidak mem-posting tulisan-tulisan galau di jejaring Internet seperti Facebook, Twitter, atau Tumblr saya. Saya memendamnya sendirian.

Saya ingat, awalnya saya menganggap orang ini pengganggu di awal kehidupan kampus saya. Tetapi saya tipe orang yang tidak memusingkan bagaimana sikap seseorang terhadap saya. Saya bawa enjoy saja orangnya. Saya sendiri suka banget pulang bareng orang ini. Status saya pun bukan "sahabat"-nya, hanya teman biasa. Really just a mere friend. Tetapi, entah mengapa, ketika saya dan dia menunggu kereta setelah kelas seni, ada suatu pikiran kotor di kepala saya. Dan, astaga, saya juga bingung kenapa saya bisa berpikiran seperti itu. Saya pun menegaskan bahwa tidak mungkin hal itu terjadi. Tetapi ketika sampai ke rumah, saya kepikiran terus.

Lambat laun pun, saya dekat dengan dia. Well, we're the good friends. Ya pokoknya kalo ada dia, ada saya deh, plus dua orang lainnya. Saya pun mulai menyadari bahwa... ya, seperti dugaan kalian, saya suka dengan orang ini.

Perasaan-perasaan itu selalu menggerogoti saya, dan saya rasa menyebalkan sekali perasaan itu. Karena apa? Karena saya tahu, saya tidak mungkin memilikinya. Menyakitkan, memang. Jadi, saya menikmati momen-momen saya bersama dia. Saya dan teman-teman saya pun pernah melakukan trip pergi ke luar kota beramai-ramai. Saat itu... saat itu saya sangat tahu bahwa saya sangat suka dengan dia. Dia itu adiktif.

Lalu, akhir-akhir ini, saya sering sekali memergoki dia sedang menatap saya. Saya sendiri nggak tahu, apa maksud dari tatapannya itu. Saya dapati sorot itu ketika di kelas, karena saya memang banyak mendapat kelas di mata kuliah yang sama. Entah lah... tapi ketika sorot itu beradu dengan mata saya, terus terang saya gak berani menghadapinya. Yeah, I just chickened out, dear. I knew, chickening out is not way to face a problem.

Karena ketidakmungkinan memiliki orang itu, saya berusaha untuk menghindar dari dia. Tetapi entah kenapa, makin dihindari, justru orang itu makin mendekat. Ah, galau...

Saya, Raku, sangat sangat sayang dengan orang itu. Entahlah, bagaimana posisi saya di hati orang itu. Dan karena itu, saya menyebut "love is a torment". Setujukah?

Welcome to Blogger!

Wah, finally saya membuat blog (lagi).
Entah mengapa saya ingin membuat blog dengan mencurahkan perasaan hati saya. Karena, kedua blog sebelumnya yang saya punya saya cantumkan nama asli saya, dan banyak diketahui orang, hehehe...
Sebenarnya, maksud saya buat blog ini bukan sekedar iseng atau apa pun. I've made it because I need to write what happen in my own life. Yeah, bisa dibilang semacam diari. Tapi saya tidak mau diketahui siapa saya. Karena seperti kata pepatah asing yang saya lupa kutipan dari siapa, menulis dapat menghilangkan stres. Dan saya ingin mengeluarkan unek-unek saya di sini.
Yang pasti, saya ini seorang mahasiswa semester dua di salah satu perguruan tinggi negeri di Depok. Saya orangnya biasa-biasa saja, tidak terlalu menonjol, dan yeah... just a plain boy.
Uhm, well, saya senang memberi sebuah nama pena (meski saya bukan penulis), at least di sini saya kan penulis blog, ya... Jadi saya ingin menyebut diri saya "Raku". Tanpa "S" ya, dear. Ah, ya lupa. Saya berjenis kelamin laki-laki. Bukan perempuan, hehehe.

Hope you are not disturbed by my own blog! Cheers!